Google Bentuk Satgas Untuk Menangani Kecerdasan Buatan

Google Bentuk Satgas Untuk Menangani Kecerdasan Buatan – Google yang merupakan salah satu raksasa teknologi melakukan satgas atau satuan tugas yang khusus untuk menangani pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Hal ini dilakukan oleh divisi kecerdasan buatan yang dimiliki oleh google yakni DeepMind.

Google Bentuk Satgas Untuk Menangani Kecerdasan Buatan

Sebagaimana dilansir Business Insider, tim tersebut bertugas mengantisipasi jika kecerdasan buatan yang mereka kembangkan bisa “salah arah” atau bekerja dengan aturan yang tidak diinginkan.

Meskipun hal tersebut dapat di minimalisir, tetapi harus tetap siaga karena AI atau kecerdasan buatan bisa saja lebih pintar dari cara berfikir manusia.

Baca juga : SPESIFIKASI MINIMUM UNTUK JALANKAN ENDLESS OS

Tim tersebut dinamai “AI Safety Group”, yang beranggotakan Viktoriya Krakovna, Jan Leike, dan Pedro Ortega. Tidak disebutkan secara spesifik mengapa dan kapan mereka bergabung ke DeepMind.

Krakovna, salah satu karyawan tim, diketahui merupakan lulusan PhD dari Harvard University. Ia juga mendirikan institut bernama Future of Life Insititute di Boston bersama cosmologist MIT, Max Tegmark, dan co-founder Skype, Jaan Tallinn.

Institut tersebut bertugas mengembangkan solusi untuk mengurangi risiko berkembangnya kecerdasan buatan yang bisa membahayakan umat manusia. Dengan kata lain, mereka mengkaji dan membuat kecerdasan buatan sebagaimana mestinya.

Pada awalnya DeepMind merupakan kelompok riset yang berbasis di London dan secara khusus bertugas dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Baca juga : 10 PERUSAHAAN TEKNOLOGI YANG DIAKUISISI OLEH GOOGLE

Pada 2014, Google mengakuisisi DeepMind dengan nilai Rp 6,7 triliun. Tujuan DeepMind adalah mengembangkan sistem AI yang bisa belajar dan berpikir sendiri tanpa bantuan manusia.

Sejauh ini, algoritma sistem AI buatan DeepMind digunakan untuk bermain gim, seperti gim papan Go. Nantinya, DeepMind juga akan mengembangkan AI untuk skala yang lebih besar.

Sayangnya, eksistensi kecerdasan buatan masih diragukan dapat membantu keberadaan manusia. Kecerdasan buatan nyatanya juga dapat memberikan akibat lain bagi kehidupan manusia secara umum. Salah satunya adalah di bidang efisiensi dan kebutuhan kerja.

Penggunaan kecerdasan buatan diprediksi mampu meningkatkan pendapatan perusahaan tanpa campur tangan manusia. Oleh sebab itu, ada kemungkinan pekerja manusia akan dikikis sedikit demi sedikit.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *