3 Negara Dengan Sampah Antariksa Terbanyak

3 Negara Dengan Sampah Antariksa Terbanyak – Berbicara mengenai sampah banyak sekali jenisnya, baik itu sampah organik maupun sampah non organik. Keberdaan sampah ternyata tidak hanya di bumi saja dan ternyata di angkasa luar banyak sekali sampah berterbangan di orbit bumi yang terdiri dari sampah roket hingga satelit.

3 Negara Dengan Sampah Antariksa Terbanyak

Menurut berbagai sumber sekitar 14.000 bagian dan puing-puing yang terpecah dari 4.600 objek yang mengorbit diatas bumi. Sampah-sampah tersebut diketahui berasal dari puing-puing roket maupun satelit dari negara-negara maju yang menguasai teknologi penerbangan antariksa.

Baca juga : TOMBOL SCROLL DI MOUSE PADA AWALNYA BUKAN UNTUK NAIK TURUN

Seperti yang dilansir Business Insider, ada tiga (3) negara yang paling banyak ‘berkontribusi’ membuang sampah luar angkasa, di antaranya Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Tiongkok.

Data dari Space-Track melaporkan, sampah antariksa dari AS mencapai 3.999 puing, sedangkan Rusia dengan 3.961 puing, dan Tiongkok dengan 3.475 puing.

Tetapi asnehnya meskipun negara Amerika serikat menyumbang paling banyak sampah antariksa, tetapi pada kenyataanya negara tersebut bukan pemilik objek antariksa terbanyak.

Rusia justru memiliki objek paling banyak, yakni dengan 6.515 objek di orbit. Sementara, AS memiliki 6.211 objek, dan Tiongkok dengan 3.839 objek.

Negara Lainnya

Selain ketiga negara maju tersebut, negara dengan jumlah objek terbanyak meliputi Prancis (547 objek), Jepang (266 objek), dan India (202 objek).

Ada juga Badan Antariksa Eropa menyumbang 134 objek, International Telecommunications Satelitte Organizations dengan 89 datelit, Globalstar dengan 85 satelit, dan Societe Europenee des Satellites 58 satelit.

Baca juga : CEO APPLE BERBICARA PENGGANTINYA, SIAPAKAH ORANGNYA?

Jika sampah tersebut dibiarkan terus melayang di ruang hampa udara, banyak yang mengkhawatirkan mereka bisa jatuh ke Bumi. Bahkan, puing-puing sampah tersebut bisa begerak 10 kali lebih cepat dari peluru.

“Puing tersebut sebetulnya bisa saja ada di luar angkasa selama ratusan tahun. Akan tetapi jika kita biarkan, ia akan terus mendekati Bumi. Maka itu kami imbau Badan Antariksa dari berbagai negara agar bisa menyikapi hal ini untuk mengambil puing-puing dan menyingkirkannya,” kata Bill Ailor, teknisi penerbangan antariksa dan atmosfer NASA.