myspace tracker

Sering Selfie teradapat adanya tanda psikopat?

Sering Selfie teradapat adanya tanda psikopat – “Selfi dulu dong sebelum kita makan” atau “foto dulu yuk nanti kita upload ke instagram” kata-kata tersebut sering kita dengar pada saat akan melakukan makan maupun pada saat kita berkumpul bersama teman dan kerabat.

Sering Selfie teradapat adanya tanda psikopat

Lalu apa sih selfie itu? Selfie yang dalam bahasa indonesia disebut dengan swafoto yang merupakan foto potret diri sendiri diambil dari gawai maupun kamera digital dan biasanya untuk diunggah ke media sosial. Kita ketahui bersama bahwa semakin candunya masyarakat pada kegiatan selfie terkadang muncul beberapa gaya yang sengaja dibuat untuk terlihat unik dan tidak sama dengan orang lain.

Tren foto selfie atau Foto Self Potrait semakin ramai dan banyak dilakukan oleh kalangan remaja bahkan orang tua untuk mengambil gambar atau foto dengan gaya yang kasual sehingga terlihat menarik. Tidak pas rasanya jika kita telah melakukan foto selfie namun tidak menguploadnya ke media sosial dan karena hal inilah kegiatan foto selfie semakin banyak digemari oleh kalangan remaja pada khususnya.

Namun tahukah anda dibalik berkembangnya foto selfie ada dampak buruk bagi kehidupan sosial. Ada penelitian yang menunjukan bahwa berfoto selfie dapat berdampak buruk bagi yang melakukannya dan dapat menunjukan adanya gejala psikopat.

Baca juga : Inilah 7 Tanda Anda Sudah Kerasukan Smartphone

Seperti yang diberitakan pada situs Telegraph, para peneliti mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan foto selfie cenderung memiliki sifat kurang empati dan anti sosial. Ada juga hasil penelitian yang menunjukan bahwa kecenderungan melakukan foto selfie dan kemudian menguploadnya ke media sosial banyak dilakukan tidak hanya oleh perempuan namun juga dilakukan oleh laki-laki.

Memiliki sifat kurang empati dan memiliki sifat anti sosial yang berada di para pecandu foto selfie masuk ke dalam kategori psikopat. Jadi psikopat yang dimaksud oleh para peneliti bukan psikopat yang mengarah kepada pembunuhan atau tindakan sadis lainnya yang biasa kita lihat di film-film melainkan karena kurangnya rasa empati dan memiliki sifat anti sosial.

Penelitian dampak foto selfie terhadap perilaku psikologis dilakukan oleh peneliti yang berasal dari Ohio State University, Amerika Serikat. Penelitian tersebut melibatkan 800 orang laki-laki yang berusia 18-40 tahun. Metode yang dilakukan untuk penelitian tersebut adalah dengan cara mengisi kuesioner psikologis dan survei di media sosial untuk menunjukan kepribadian setiap orang yang mengisi survei tersebut.

“Tidak mengherankan banyak pria yang posting foto selfie dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengedit hasil fotonya agar terlihat lebih narsis,” kata Jesse Fox, Asisten Profesor Komunikasi yang juga termasuk ke dalam tim inti penelitian.

Fox juga mengatakn bahwa orang yang menguploadd foto langsung tanpa mengeditnya terlabih dahulu bisa dianggap lebih psikopat daripada orang yang mengedit fotonya terlebih dahulu sebelum menguploadnya.

“Psikopat ditandai dengan karakteristik impulsif. Mereka akan mengambil foto dan segera menempatkannya secara online. Mereka ingin melihat dirinya sendiri tanpa menghabiskan waktu untuk mengubah fotonya.”

Hasil dari penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sifat-sifat tersebut dapat menyebabkan masalah lebih lanjut dan para peneliti menyarankan untuk mengurangi foto selfie sebelum memiliki dampak lebih buruk.

“Kita tahu bahwa objektifikasi diri dapat menyebabkan hal-hal buruk, seperti depresi dan gangguan nafsu makan pada wanita,” demikian isi kesimpulan dalam laporan penelitian tersebut.

Jangan sampai kegiatan foto selfie bisa merubah perilaku seseorang dan menjadikannya pribadi yang kurang empati serta anti sosial, yang juga selain berdampak pada diri sendiri, juga dapat berdampak terhadap orang lain.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *