myspace tracker

Medsos bisa jadi pemicu stres, ko bisa?

Medsos bisa jadi pemicu stres – Anda pecinta media sosial? Hmmm.. pasti jawaban dari anda “Ya, saya mempunyai akun medsos”. Media sosial atau Medsos merupakan salah satu media untuk berkomunikasi antar manusia yang dikemas semenarik mungkin agar bisa digunakan oleh banyak orang. Karena tren Medsos semakin berkembang hampir semua orang di seluruh dunia menggunakan Medsos untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat, keluarga ataupun orang lainnya tanpa terhalang oleh jarak dan waktu.

Medsos bisa jadi pemicu stres

Medsos mempunyai fitur yang beragam guna untuk menarik serta memanjakan penggunanya. Salah satu Media sosial yang paling terkenal se-jagad raya ini adalah Facebook. Media sosial ini sangat populer dan menjadi medsos yang paling banyak digunakan oleh banyak orang di dunia. Beragam fitur seperti update status, upload video maupun foto serta adanya fitur chating yang membuat para pengguna sesama facebook bisa saling berkomunikassi satu sama lain sehingga banyak digandrungi oleh banyak orang di seluruh dunia.

Saking enjoynya pada saat menggunakan medsos kita sering lupa dan mengabaikan kewajiban kita sehari-hari seperti makan dan terkadang kita mengacuhkan pekerjaan demi untuk online di facebook, lebih parah lagi kita lupa waktu bahwa sebenarnya kita menggunakan medsos berjam-jam lamanya. Namun tahukah anda ketagihan dalam memainkan atau menggunakan medsos hingga berjam-jam tersebut bisa memicu timbulnya depersi.

Belum lama ini ada penelitian yang mengungkapkan bahwa jika kita menggunakan atau memainkan medsos dalam durasai yang lama bisa jadi akan menimbulkan adanya tanda-tanda depresi. Penelitian tersebut melibatkan berbagai kalangan remaja yang berumur antara 13-17 tahun yang sering menggunakan medsos dengan smartphonenya untuk berinteraksi atau hanya sekedar memainkan media sosial tersebut.

Dikutip dari The Independent, penelitian tersebut dilakukan oleh tim yang berasal dari Kanada International Association of Cyber Psychology, Training & Rehabilitation (iACToR) dengan melakukan penelitian terhadap 750 remaja dari berbagai institusi pendidikan di wilayah Ontario.

Penelitian ini juga dipublikasikan pada jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking yang mengungkapkan bahwa penggunaan medsos terlalu lama dan berlebihan dapat menyebabkan terindikasi adanya masalah gangguan mental dan dapat memicu adanya depresi.

“Kapasitas penggunaan medsos harusnya dibatasi sebagaimana mestinya. Jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu berjam-jam, hal tersebut akan menciptakan rasa candu bagi para pengakses,” ungkap tim peneliti.

Menurutnya, hal itu mengubah cara pandang pengguna bahwa medsos lama kelamaan termasuk ke hal primer di dalam kehidupan. Bahayanya, penggunaan medsos secara berlebihan dapat berdampak negatif.

“Medsos itu berfungsi sebagai alat komunikasi dan pencari informasi jika memang dibutuhkan. Namun hal tersebut bisa berubah fungsi 360 derajat menjadi sebuah ‘pengisi dahaga’ penggunanya ketika sedang kesepian,” tambahnya.

Baca juga : Inilah 5 Dampak Negatif Kemajuan Teknologi

Penelitian tersebut dilakukan oleh ti peneliti yang menyimpulkan bahwa sebagian besar dari 750 anak remaja tersebut memang menggunakan media sosial untuk mengisi kegiatan mereka yang kosong terutama pada malam hari, biasanya mereka membuka media sosial untuk berinteraksi dengan temannya..

“Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka mengalami tanda depresi, jika ini terus dilakukan, mereka akan melakukan hal lebih ekstrem seperti tindakan bunuh diri atau cyber bullying,” tukasnya.

Para peneliti mengungkapkan bahwa seharusnya anak-anak tersebut bisa memanfaatkan waktu mereka dengan kegiatan yang lebih positif seperti membaca buku ata kegiatan positif lainnya seperti bercengkrama bersama keluarga dapat mengurangi datangnya depresi.

“Sudah seharusnya fungsinya dibatasi. Selagi masih ada waktu dan belum terlambat, kini peran orangtua yang harus mengawasi anak mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kita ketahui bersama bahwa jika seseorang yang menggunakan medsos kemudian melakukan update status atau memposting foto maka harapan orang tersebut menginginkan dapat perhatian berupa like ataupun komentar pada status yang mereka buat dan jika sebaliknya yaitu tidak mendapatkan perhatian dari teman medsos lainnya maka orang tersebut merasa tidak dianggap dan merasa depresi.

Sudah sebaiknya kita menggunakan medsos dengan bijak dan tidak berlebihan, peran orang tua sangatlah penting untuk memonitoring kegiatan anaknya yang aktif di media sosial agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *