myspace tracker

Dampak Smartphone Terhadap Kehidupan Sosial

Dampak Smartphone Terhadap Kehidupan Sosial – Perkembangan teknologi khususnya smartphone membawa perubahan signifikan dalam kehidupan kita, dengan berkembangnya dunia teknologi khusunya smartphone kita akan semakin dimudahkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Smartphone juga membawa perubahan terhadap kehidupan sehari-hari, biasanya sebelum dunia ponsel populer untuk menyapa kerabat maupun keluarga, kita biasa berkunjung kerumahnya secara langsung namun dengan berkembangnya ponsel atau smartphone hal tersebut bisa kita kerjakan hanya dengan menggunakan panggilan telepon atau video call saja. Memang ada beberapa hal yang kita rasakan dengan berkembangnya dunia smartphone, yaitu diantaranya kita semakin dimudahkan dalam akses komunikasi secara tidak langsung dan bisa dilakukan dimana saja tanpa dibatasi oleh ruang maupun waktu.

Dampak Smartphone Terhadap Kehidupan Sosial

Namun ada juga dampak negatif dari sisi sosial yaitu tidak adanya interaksi fisik secara langsung antara manusia dengan manusia lainnya, tentu beda rasanya ketika kita bertatapan dengan kerabat maupun keluarga secara langsung dibandingkan dengan bertatapan secara virtual menggunakan smartphone. Ya memang perubahan smartphone membawa dampak yang negatif maupun positif terhadap kehidupan kita, semua bergantung kepada pengguna itu sendiri.

Kehidupan sosial seringkali kita lupakan dan kadang dianggap tidak penting, padahal pada dasarnya masnusia merupakan mahluk yang tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain atau terkenal dengan istilah manusia merupakan mahluk sosial.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai dampak negatif perkembangan smartphone terhadap kehidupan sosial, lalu dampak negatif apa saja yang bisa ditimbulkan oleh smartphone terhadap kehidupan sosial? berikut ulasannya.

Menjadi pribadi yang anti sosial

Dengan adanya smartphone seseorang bisa menjadi pribadi yang anti sosial dan kurang bersosialiasi dengan orang lain. Sadar maupun tidak kehadiran smartphone bisa merubah perilaku seseorang menjadi pribadi yang anti sosial dan kurang peduli dengan lingkungan disekitar. Sebagai contoh kita akan lebih memilih bermain game, chatting dan bermain facebook dibandingkan dengan kegiatan gotong royong dengan masyarakat seperti bakti sosial maupun kegiatan lainnya yang sifatnya sosial. Jika anda memilih bermain game daripada mengikuti bakti sosial maupun gotong royong dengan masyarakat maka anda sudah terpengaruh dengan adanya smartphone dan akan cenderung anti sosial.

Selain itu smartphone juga bisa merubah cara komunikasi seseorang, sebagai contoh kita akan lebih memilih berkomunikasi menggunakan smartphone dibandingkan dengan bertemu secara tatap muka langsung dan kegiatan tersebut terkadang penyebab hubungan pertemanan menjadi rusak.

Hal terpenting adalah kehidupan sosial dengan orang lain lebih utama dibandingkan dengan smartphone. Kata yang lebih ekstrim adalah smartphone tidak akan mengantarkan kita ke tempat pemakaman, dan yang akan mengantarkan ke tempat pemakaman adalah kerabat dan keluarga kita sendiri. Gunakanlah smartphone secara bijak dan peliharalah kehidupan sosial agar lingkungan sekitar peduli terhadap kita.

Baca juga : Inilah 4 Aplikasi yang Dapat Menghabiskan Kuota Internet

Melakukan ritual foto sebelum makan

Hal yang seharusnya dilakukan sebelum makan adalah berdoa untuk bersyukur kepada sang pencipta karena telah diberi kenikmatan dari makanan yang ada. Namun, seiring dengan populernya dunia selfie maka kebiasaan yang baik tersebut berubah menjadi berfoto sebelum makan. hal tersebut bisa menghambat hubungan spiritual antara manusia dengan sang pencipta. Kita ketahui bersama bahwa berdoa lebih baik dan lebih utama dibandingkan berfoto menggunakan smartphone. Sebaiknya kurangi kebiasaan tersebut dan utamakan berdoa dibandingkan dengan berfoto sebelum makan.

Selfie tak kenal tempat

Semakin canggihnya smartphone hingga dihadrikannya kamera berteknologi tinggi untuk kebutuhan selfie para penggunanya. Kepopuleran selfie juga telah meracuni kehidupan seseorang, ya banyak pengguna smartphone melakukan foto selfie di tempat yang tidak lazim seperti di tengah jalan raya maupun tempat umum lainnya dan terkadang mengganggu oarang lain dan cenderung tidak sopan. Lebih parah lagi berfoto selfie pada saat melayat orang meninggal yang sebenarnya kurang etis.

Bahkan saking populernya berfoto selfie, seseorang rela mengambil foto di tempat yang berbahaya seperti di rel kereta api, jurang tinggi sampai menara gedung yang membahayakan nyawa. Bahkan selfie tak kenal tempat ini telah memakan korban seperti jatuhnya gadis dari air terjun setinggi 150 m, jatuhnya seorang remaja putri dari jembatan Bengawan Solo, dan masih banyak kasus lainnya. Ngeri kan? Yuk, jadi pribadi yang lebih bijak lagi, hidup jauh lebih penting daripada berselfie. Budayakan selfie pada tempat yang tepat.

Serba online dan kredit

Semakin mudahnya pembayaran online dengan smartphone tak jarang menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan sosial. Banyak orang lebih memilih membeli barang secara online daripada datang langsung ke toko. Bahkan untuk barang-barang sepele seperti tisu.

Selain itu, kini semakin banyak orang berjiwa konsumtif, membeli apa yang mereka ingin dan bukan yang mereka butuh. Apalagi sekarang banyak toko online yang memberikan cicilan 0 persen bagi mereka yang memiliki kartu kredit. Sehingga banyak orang lepas kendali dan membeli barang apapun yang disukai dengan alasan kredit.

Kadang hal ini menjadi masalah seperti keuangan menjadi kacau, kebutuhan sehari-hari tak terpenuhi hingga tagihan yang semakin membengkak. Tak jarang juga hal ini menjadi pemicu rusaknya hubungan antar suami dan istri ataupun anak dengan orangtua.

Hindarilah hal semacam ini. Kalau belum butuh mengapa harus membelinya, atau sebisa mungkin Anda membayar lunas daripada mencicilnya dengan kartu kredit yang dapat menimbulkan masalah dibelakang hari.

Marah-marah di media sosial

Sering kita temukan pengguna smartphone yang menggunakan media sosial untuk melampiaskan kekesalan bahkan menjelek-jelekan orang lain. Ada baiknya untuk melampiaskan kekesalan tidak dilakukan di media sosial untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti keluarnya komentar kata-kata kotor hingga menjurus kepada perkelahian. Curhat dan bertengkar melalui media sosial bukanlah hal yang tepat. Contohnya seperti fans politik atau kesebelasan bola yang kerap saling menghujat satu sama lain di media sosial. Kami rasa itu bukanlah tindakan yang dewasa. Gunakan media sosial untuk membagikan hal-hal positif seperti quote, informasi, dan lain sebagainya.

Nah lalu apakah sobat suka melakukan hal diatas?, mulai dari sekarang gunakan smartphone secara bijak, gunakan smartphone seperlunya dan jangan berlebihan karena yang berlebihan sejatinya kurang baik.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *